Baru saja Saya menonton salah satu film favourite, brave heart. Walaupun bukan untuk pertama kalinya, Saya masih bisa menikmati film ini (ya iyalah namanya juga film favourite). Film ini mengisahkan tentang pejuang skotlandia di era akhir 1200-an yang menuntut kemerdekaan negaranya atas Inggris.
Mungkin cerita filmnya standard seperti film2 epic lainnya, namun Mel Gibson membuat film ini menjadi tidak biasa, moralnya sangat terasa, bagi yang pernah menonton mungkin bisa merasakannnya sendiri.
Nama pejuang itu adalah Willian Walace. Bapak dan kakaknya meninggal dalam peperangan melawan Inggris ketika dia masih kecil, dan semenjak saat itu dia dirawat pamannya, bertahun-tahun kemudian dia kembali ke kampung halamannya, awalnya dia cuma berniat untuk menjadi petani, berkeluarga dan hidup bahagia, namun ketika istrinya dibunuh serdadu Inggris, dia menyadari kebahagiaaan sebenernya baru bisa didapat ketika kemerdekaan itu telah dicapai. Singkat cerita ia berhasil memenangi beberapa peperangan dan mengusir tentara Inggris dari Skotlandia, bahkan dia berhasil menguasai kota terbesar di Inggris Utara, kalo g salah namanya YORK. Setelah kejadian itu raja Inggris menawari gencatan senjata dengan imbalan Wallace akan diberikan tanah di Inggris dan satu peti emas. Namun bagi dia kehormatan dan rakyat adalah segalanya. Tapi, akhirnya karena penghianatan temannya sendiri, semua perjuangan heroiknya berkahir, Ia ditangkap dan dihukum mati. Kematian Wallace melecut semangat para pejuang skotlandia lainnya, sampai akhirnya berhasil memperoleh kemerdekaan pada 1314.
Hal yang paling sangat menyentuh adalah, ketika Wallace di hukum mati. Jadi hukuman matinya bukan sembarang hukuman mati, dia harus disiksa dulu sebelum mati, yang paling parah tuh ususnya dan organ-organ lainnya dikeluarin dari badan. Sebenernya Wallace bisa langsung dihukum pancung asalkan mengakui kesalahannya dan berjanji setia kepada raja, namun Ia memilih disiksa demi mempertahankan keyakinannya dan kesetiaannya kepada negaranya. dan “FREEDOM” adalah kata-kata terakhir yang Ia ucapkan sebelum kepalanya dipancung.
Ada satu kalimat menarik tentang merdeka yang redaksi aslinya Saya lupa, tapi intinya adalah kita belum merdeka ketika hati kita belum merdeka. Ketika masih ada ketakutan dan kekhawatiran dalam diri kita, berarti kita belum merdeka, intinya kita harus meyakini hati nurani kita, terkadang kita masih terpengaruh orang lain dan memilih sesuatu tidak berdasarkan hati nurani tetapi berdasarkan apa yang dianggap sebagian orang benar, walaupun itu belum tentu benar, kita masih terlalu takut untuk mempertahankan pendapat hati nurani kita yang bertentangan dengan pendapat mayoritas. Dalam film ini Wallace tetap pada pendiriannya untuk memberontak, walaupun para bangsawan lain memilih tunduk kepada kerajaan Inggris. Banyak bangetlah pesan moral bagus yang bisa di dapat dari film ini. Bagi yang belum nonton sangat disarankan untuk menonton film ini.

No comments yet
Comments feed for this article